Resensi Film My Stuppid Boss
My Stuppid Boss
Resensi Film My Stupid Boss-Helma 8A
Identitas Film
Judul Film : My Stupid Boss
Sutradara : Upi Avianto
Produser : Frederica
Penulis Naskah : Upi Avianto
Pemain : Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Bront Palarae, Alex Abbad, Atikah Suhaime, Iskandar Zulkarnaen, Kinwah Chew,
Genre : Drama Komedi
Studio : Falcon Pictures
Film berjudul My Stupied Boss hasil garapan sutradara Upi Avianto ini mengisahkan tentang seorang karyawan wanita bernama Diana (Bunga Citra Lestari). Diana baru saja pindah ke Malaysia karena urusan pekerjaan suaminya yang bernama Dika (Alex Abbad). Karena tidak betah menganggur di rumah, Diana memutuskan untuk mencari pekerjaan di Malaysia. Dika merekomendasikan istrinya tersebut untuk bekerja di sebuah perusahaan milik sahabat lamanya. Keesokan harinya Diana pun pergi menuju kantor perusahaan milik sahabat suaminya tersebut untuk kepentingan melamar pekerjaan.
Diana merasa sedikit tenang karena mengetahui bahwa boss di perusahaan yang akan ia datangi adalah orang Indonesia sama dengan dirinya. Persamaan tempat asal di negeri orang secara psikologi akan menjadikan sebuah hubungan menjadi seperti saudara jauh. Maka dari itu, Ia berpikir bahwa pekerjaannya di perusahaan tersebut tidak akan menemui kendala yang berarti. Akan tetapi semua asumsi yang Diana pikirkan sebelumnya salah besar. Pemilik perusahaan yang menyebut dirinya Bossman ini memiliki karakter dan perilaku yang aneh. Ia selalu banyak bicara, penuh curiga, merasa selalu benar sendiri, pelit, dan segala tingkah laku aneh lainnya. Bahkan ketika pertama kali Diana menemui bossman, ia disangka seorang anggota yayasan yang ingin meminta sumbangan. Namun setelah beberapa saat mengalami keanehan-keanehan yang ditimbulkan oleh bossman, akhirnya Diana diterima bekerja di perusahaan milik sahabat suaminya tersebut sebagai kerani (kepala administrasi).
Keanehan demi keanehan yang ada pada bossman tidak berhenti sampai di situ saja. Suatu ketika bossman menelfon Diana pada pukul 02.00 wib dini hari hanya untuk sekedar mengingatkan agar rapat bisa dijadwalkan pada pukul 09.00 wib. Bossman juga mengingatkan agar rapat jangan sampai tertunda dan jangan sampai ada karyawan yang terlambat. Padahal seluruh karyawan termasuk Diana datang ke kantor setiap harinya pada pukul 08.00 wib. Masih sangat mungkin bagi bossman untuk mengingatkan Diana pada saat jam masuk kantor, tanpa harus mengganggu dirinya dengan menelfon sepagi itu. Keanehan demi keanehan terus terjadi sampai membuat Diana merasa sangat kesal pada atasannya itu. Tak hanya Diana saja yang dibuat kesal oleh bossman, seluruh karyawan termasuk para buruh di perusahaan tersebut memiliki masalah pribadi dengannya.
Suatu ketika Diana memutuskan untuk membalas dendam atas perlakukan semena-mena yang telah dilakukan oleh bossman terhadap dirinya. Satu per satu hal yang pernah diperbuat oleh bossman terhadapnya, ia coba untuk membalasnya. Termasuk menelfon pada saat pukul 02.00 wib. Diana menelfon bossman ketika ia dan karyawan lainnya berada di kantor pada saat jam kerja. Sementara bossman yang saat itu berada di New York sedang tertidur pulas. Diana menelfon bossman di waktu tidurnya dengan alasan urusan pekerjaan yang sangat penting. Pembalasan demi pembalasan telah dilakukan oleh Diana terhadap bossman. Hingga akhirnya bossman merasa bahwa Diana telah bersikap sentimen terhadapnya.
Meskipun begitu, keanehan yang ditimbulkan oleh bossman terhadap Diana dan karyawan lain masih tetap berlanjut. Hingga akhirnya terjadi sebuah insiden yang membuat Diana benar-benar tidak terima. Bossman menuduh Diana telah menggelapkan uang perusahaan. Perilaku bossman yang lebih sering berbicara sebelum dipikirkan terlebih dahulu memang sudah menjadi tabiatnya. Namun kali ini Diana tidak bisa mentolerir apa yang dilakukan bossman terhadapnya. Diana marah besar kepada atasannya tersebut dan mengancam akan membawa perkara ini ke polisi. Bossman yang ketakuan dengan sigap meminta maaf pada Diana. Akan tetapi Diana tak memperdulikan permintaan maaf atasannya tersebut yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.

Komentar
Posting Komentar